Dasar-Dasar Infeksi parasit


Definisi Parasitologi

Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari jasad yang hidup untuk sementara atau tetap di dalam atau pada permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil makanan dari jasad lain tersebut.

Masih bingung?

ehem, coba dibaca lagi, pasti ngerti ..

Jasad yang mengambil makanan –> PARASIT
Jasad tempat hidup parasit –> HOSPES

PEMBAGIAN PARASIT

Zooparasit (parasit berupa hewan) :

  • Protozoa
  • Helminthes
  • Arthropoda

Phytoparasit (parasit berupa tumbuh-tumbuhan)

  • Bakteri
  • fungi

Virus

udah ngertikan? Nah, sekarang muncul pertanyaan (bagi yang kritis), Apa gunanya sih kita belajar Parasitologi? Ngapain juga kenalan sama Parasit. Ga ada gunany
a, malah ngerugiin.

Eits, sorry Boss..

Parasitologi dalam kedokteran kan mempelajari tentang parasit, nah.. parasit ini menyebabkan penyakit pada manusia. Kalau dokter tidak bisa mendiagnosis penyebab penyakit tersebut, mana bisa kita ngobatin si ibu/Bapak/tante-tante/nene-nene/om-om/kake-kake/ade/kaka/(i) kalau lagi sakit.. ya ga?

Ok ! mari kita lanjut belajar.

Santai Tapi Serius yaah !

Karena ini Blok BMD, maka kita belajar mulai dari cara penularannya.

 

CARA PENULARAN

Kontak Langsung/ Tidak Langsung dengan Penderita

  • Trichomonas Vaginalis

Protozoa ini biasanya dijumpai pada genitourinaria manusia yang terinfeksi. Parasit ini ditularkan melalui hubungan seksual yang dapat menyebabkan vaginitis pada wanita dan uretritis non-gonococcoal pada pria.

Penyakit ini sangat menarik untuk dipelajari, mengapa?

itu karena telah dilakukan studi yang mengindikasikan bahwa Trichomonas Vaginalis meningkatkan transmisi HIV (Human Immunodeficiency Virus) atau dapat mengakibatkan keganasan pada servix. Diperkirakan lebih dari 200 juta orang terinfeksi parasit ini.

  • Sarcoptes Scabiei

Scabiei atau akrab dipanggil KUDIS di mana penyakit kulit ini sangat menyiksa si penderita, Kenapa?

itu karena permukaan kulit terasa sangat gatal dan kemerahan

Menelan Bentuk Infektif

  • Ascaris Lumbricoides

Cacing ini lebih akrab disebut sebagai cacing gelang.

Cacing betina ukurannya lebih besar daripada cacing jantan dan dinding posterior cacing jantan terdapat kait yang digunakan untuk reproduksi seksual. Tubuhnya licin karena terselubungi lapisan kutikula yang terbuat dari protein.

Ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit yang disebut Askariasis. Mereka hidup di rongga usus halus manusia. Berukuran 10-30 cm untuk cacing jantan dan 22-35 cm untuk cacing betina. Satu cacing betina Ascaris lumbricoides dapat berkembang biak dengan menghasilkan 200.000 telur setiap harinya.

Telur cacing ini dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru- paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia disebut terinfeksi sindroma loeffler. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makanan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak.

  • Entamoeba Histolytica

Protozoa ini memiliki kemampuan untuk menghidrolisis jaringan hospes . Parasit ini mensekresi enzim proteolytic/ cystein proteinase yang disebut histolisin, sehingga organisme ini dapat berpenetrasi ke dalam epithelium kemudian ke jaringan yang lebih dalam.Kemudian bentuk histolitika memasuki submukosa dengan menembus lapisan muskularis mukosa, bersarang di submukosa dan membuat kerusakan yang lebih luas daripada di mukosa usus. Akibatnya terjadi luka yang disebut ulkus ameba.

 

Bentuk Infektif Menembus Kulit

  • Necator Americanus

Salah satu species cacing tambang adalah Necator Americanus. Parasit ini banyak ditemukan di Amerika, Sub-Sahara Afrika, Asia Tenggara, Tiongkok, and Indonesia.

Setelah cacing tersebut menetas dari telurnya, muncullah larva rhabditiform yang kemudian akan berkembang menjadi larva filarifor. Mual dan diare merupakan dua dari beberapa gejala penyakit ini.

  • Strongyloides stercoralis

Parasit ini merupakan salah satu dari beberapa parasit / mikroba penyebab diare.

Menelan hospes perantara yang mengandung bentuk infektif

  • Taenia saginata

Nama penyakitnya yaitu Taeniasis saginata.

Terinfeksi Parasit ini memiliki gejala klinis seperti sakit ulu hati, mual, muntah, diare, pusing Hal ini diselingi dengan ditemukannya proglotid cacing yang bergerak-gerak lewat anus bersama dengan atau tanpa feces.

Melalui Vektor

  • Plasmoodium Falciparum

Merupakan salah satu  protozoa yang menyebabkan penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina.

Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 10-35 hari setelah parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles Betina. Gejala awalnya seringkali berupa demam ringan yang hilang-timbul, sakit kepala, sakit otot dan menggigil, bersamaan dengan perasaan tidak enak badan (malaise). Kadang gejalanya diawali dengan menggigil yang diikuti oleh demam. Gejala ini berlangsung selama 2-3 hari dan sering diduga sebagai gejala flu. Gejala berikutnya dan pola penyakitnya pada keempat jenis malaria ini berbeda.

Pada malaria falciparum bisa terjadi kelainan fungsi otak, yaitu suatu komplikasi yang disebut malaria serebral. Gejalanya adalah demam minimal 40C, sakit kepala hebat, mengantuk, delirium dan linglung. Malaria serebral dapat berakibat fatal. Paling sering terjadi pada bayi, wanita hamil dan seseorang yang baru datang dari daerah malaria. Pada malaria vivax, mengigau bisa terjadi jika demamnya tinggi.

  • Trypanosoma gambiense

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Trypanosoma Gambiense memiliki gejala dan tanda-tanda yang dibagi menjadi tiga fase:

  1. fase awal (Initial Stage)

Timbulnya reaksi inflamasi lokal pada daerah gigitan lalat tsetse. Reaksi inflamasi ini biasanya mereda pada saat 1-2 minggu

2. Fase Penyebaran (Haemoflagellates Stage)

Setelah fase awal mereda, parasit masuk ke dalam darah dan kelenjar getah bening. Gejala klinis yang muncul adalah demam yang tidak teratur, sakit kepala, nyeri pada otot, dan regio articulatio.

Pada fase ini terjadi infiltrasi perivascular. parasitemia yang berat (toksemia) akan mengakibatkan kematian pada si penderita.

3. Fase Kronik (Meningoencephalitic stage)

Demam dan sakit kepala menjadi lebih parah. terjadi gangguan pola tidur insomnia dan sering mengantuk pada siang hari. Pada kondisi lain, terlihat perubahan yang sangat signifikan. Apabila sudah terlalu parah, maka penderita sukar dibangunkan dan penyakitnya menjadi lebih kompleks ditambah dengan penyakit yang kemungkinan akan muncul, seperti disentri, pneumonia, malaria, etc.

Lalat ini benyak terdapat di sepanjang tepi-tepi sungai yang mengalir di bagian barat dan tengah Africa. Lalat ini mempunyai jangkauan terbang sampai 3mil.

 

Melalui Plasenta dari Ibu ke Janin (Transplasenter)

  • Toxoplasma gondii
  • Plasmodium vivax

Melalui Air Susu Ibu Ke Anak (Transmammary)

  • Strongyloides fuelleborni

Melalui tranfusi Darah

  • Plasmodium Falciparum
  • Plasmodium Vivax

Inhalasi Bentuk Infektif

  • Enterobius vermicularis

 

Walaupun sedikit, semoga ilmu ini bisa bermanfaat untuk teman-teman sekalian

Billahi Fii Sabilil Haq Fastabiqul Khaerat