Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Kibor

  • blogcalondokter 11:27 PM on January 11, 2013 Permalink | Balas
    Tags: , , Spesial Sense/   

    Fisiologi Mata 


     

     

    Image

     

    PALPEBRA (kelopak Mata)

    Fungsi : Mencegah ruda paksa, Mencegah cahaya yang menyilaukan, Membantu menyebarkan air mata

     

    Terdapat 2 otot penting pada papebra :

    1. M. Levator palpebraImage untuk Elevasi   (mengangkat palpebra). Sinergis dengan m. frontalis dan m. rectus superior.

    2. M. Orbicularis oculi

    – Mengedipkan mata (Pars  palpebralis)

    –  Menutup mata  (pars orbitalis)

    Terdapat 3 gerakan palpebra

    1. Menutup mata

    dilakukan oleh m. orbicularis oculi dipersarafi oleh N. VII dan relaksasi oleh m. levator palpebra superior.

    (More …)

     
  • blogcalondokter 10:20 PM on January 11, 2013 Permalink | Balas  

    tumblr_m0drzjegzt1qarjnpo1_500.jpg 


    Where you put your brain?

     
  • blogcalondokter 12:41 AM on July 24, 2012 Permalink | Balas
    Tags: Hematologi Artikel Anemia   

    Anemia Aplastik 


    BAB I

    PENDAHULUAN

     

    Anemia aplastik adalah kelainan hematologik yang ditandai dengan penurunan komponen selular pada darah tepi yang diakibatkan oleh kegagalan produksi di sumsum tulang. Pada keadaan ini jumlah sel-sel darah yang diproduksi tidak memadai. Penderita mengalami pansitopenia, yaitu keadaan dimana terjadi kekurangan jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.1,2,3

    Konsep mengenai anemia aplastik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1988 oleh Paul Ehrlich. Ia melaporkan seorang wanita muda yang pucat dan panas dengan ulserasi gusi, menorrhagia, anemia berat dan leukopenia. Sewaktu dilakukan autopsi ditemukan tidak ada sumsum tulang yang aktif, dan Ehrlich kemudian menghubungkannya dengan adanya penekanan pada fungsi sumsum tulang. Pada tahun 1904, Chauffard memperkenalkan istilah anemia aplastik.1,2,4

    Insidensi anemia aplastik bervariasi di seluruh dunia, berkisar antara 2 sampai 6 kasus persejuta penduduk pertahun.2 Insidensi anemia aplastik diperkirakan lebih sering terjadi dinegara Timur dibanding negara Barat. Peningkatan insiden mungkin berhubungan dengan faktor lingkungan seperti peningkatan paparan terhadap bahan kimia toksik dibandingkan faktor genetik. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya peningkatan insiden pada penduduk Asia yang tinggal di Amerika. Penelitian yang dilakukan di Thailand menunjukkan peningkatan paparan dengan pestisida sebagai etiologi yang tersering.3,5

    Ketersediaan obat-obat yang dapat diperjualbelikan dengan bebas merupakan salah satu faktor resiko peningkatan insiden. Obat-obat seperti kloramfenikol terbukti dapat mensupresi sumsum tulang dan mengakibatkan aplasia sumsum tulang dan mengakibatkan aplasia sumsum tulang sehingga diperkirakan menjadi penyebab tingginya insiden.6

    Diagnosis anemia aplastik dapat ditegakkan berdasarkan gejala subjektif, gejala objektif, pemeriksaan darah serta pemeriksaan sumsum tulang. Gejala subjektif dan objektif merupakan manifestasi pansitopenia yang terjadi. Namun, gejala dapat bervariasi dan tergantung dari sel mana yang mengalami depresi paling berat. Diagnosa pasti anemia aplastik adalah berdasarkan pemeriksaan darah dan pemeriksaan sumsum tulang. Penegakkan diagnosa secara dini sangatlah penting sebab semakin dini penyakit ini didiagnosis kemungkinan sembuh secara spontan atau parsial semakin besar.6,7

    Hampir semua kasus anemia aplastik berkembang ke kematian bila tidak dilakukan pengobatan. Angka kelangsungan hidup tergantung seberapa berat penyakit saat didiagnosis, dan bagaimana respon tubuh terhadap pengobatan.8 Semakin berat hipoplasia yang terjadi maka prognosis akan semakin jelek. Dengan transplantasi tulang kelangsungan hidup 15 tahun dapat mencapai 69% sedangkan dengan pengobatan imunosupresif mencapai 38%.9

    Mengingat kasus anemia aplastik ini memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi dan pentingnya diagnosis lebih dini diharapkan tinjauan pustaka ini dapat menjadi salah satu sumber referensi.

    (More …)

     
  • blogcalondokter 11:04 AM on May 21, 2011 Permalink | Balas  

    Anoreksia Nervosa dan Bulimia Nervosa 


    Anoreksia Nervosa

    Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan atau dipertahankan oleh penderita. 

    Untuk mendiagnosis yang pasti, dibutuhkan semua hal seperti di bawah ini :

    • berat badan tetap dipertahankan 15% di bawah yang seharusnya (baik yang berkurang maupun yang tak pernah dicapai), atau “Quetelet’s body-mass index” adalah 17,5 atau kurang. Quetelet’s body-mass index = Berat Badan (kg) / Tinggi (m²) . Pada penderita pra-pubertas bisa saja gagal mencapai berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan.
    • Berukurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal-hal berikut ini :
               Merangsang muntah oleh diri sendiri, menggunakan pencahar (urus-urus), olahraga                              berlebihan, memakai obat penekan nafsu makan
    • Terdapat distorsi “bidy-image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian yang berlebihan terhadap berat badan yang rendah.
    • Adanya gangguan endokrin yang meluas, mengakibatkan “hypothalamic-pituitary-gonadal axis” dengan manifestasi pada wanita sebagai amenore dan pada pria sebagai kehilangan minat dan potensi seksual.
    • Jika onset terjadinya pada masa pra-pubertas, perkembangan pubertas tertunda, atau dapat juga tertahan.
     
    • Raflip pratama 11:43 PM on Juli 17, 2011 Permalink | Balas

      Kurang napsu liat gambarnya sis, terlalu kerempeng

    • Amirullah Daeng Sibali 10:31 PM on Oktober 6, 2011 Permalink | Balas

      Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, kalo itu menjadi ciri khasnya dapat saya simpulkan, walau g’ membaca tulisan ini dengan sepurna, sebagai DIEt TAKLIWA dong!!!

    • John Gate z 10:59 AM on Desember 26, 2011 Permalink | Balas

      yang sempurna akan menjadi salah satu pesta yang tidak terlupakan dalam sebuah bagian hidup seseorang.

  • blogcalondokter 12:42 PM on May 20, 2011 Permalink | Balas
    Tags: psikiatri   

    Gangguan Preferensi Seksual 


    Fetishisme 

    • Mengandalkan pada beberapa benda mati (non-living object) sebagai rangsangan untuk membangkitkan keinginan seksual dan memberikan kepuasan seksual . Kebanyakan benda tersebut (objek fetish) adalah ekstensi dari tubuh manusia, seperti pakaian atau sepatu.
    • Diagnosis ditegakkan apabila objek fetish benar-benar merupakan sumber yang utama dari rangsangan seksual atau penting sekali untuk respons seksual yang memuaskan.
    • Fantasi fetishistik adalah lazim, tidak menjadi suatu gangguan kecuali apabila menjurus kepada suatu ritual yang begitu memaksa dan tidak semestinya sampai mengganggu hubungan seksual dan menyebabkan penderitaan bagi individu.
    • Fetishisme terbatas hampir hanya pada pria saja.
    Transvestisme Fetishistik
    • Mengenakan pakaian dari lawan jenis dengan tujuan pokok untuk mencapai kepuasan seksual.
    • Gangguan ini harus dibedakan dari fetishisme . Di mana pakaian sebagai objek fetish bukan hanya sekedar dipakai, tetapi juga untuk menciptakan penampilan seorang dari lawan jenis kelaminnya. Biasanya lebih dari satu jenis barang yang dipakai dan seringkali suatu perlengkapan yang menyeluruh, termasuk rambut palsu dan tata rias wajah.
    • Transvestisme fetishistik dibedakan dari transvestisme transsexual oleh adanya hubungan yang jelas dengan bangkitnya gairah seksual dan keinginan /hasrat yang kuat untuk melepaskan baju tersebut apabila orgasme sudah terjadi dan rangsangan seksual menurun.
    • Adanya riwayat transvestisme fetishistik biasanya dilaporkan sebagai suatu fase awal oleh para penderita transseksualisme dan kemungkinan merupakan suatu stadium dalam perkembangan transseksualisme.
    Ekshibisionisme 
    • kecenderungan yang berulang atau menetap untuk memamerkan alat kelamin kepada orang lain (biasanya lawan jenis kelamin) atau kepada orang banyak di tempat umum, tanpa ada ajakan atau niat untuk berhubungan lebih akrab. (More …)
     
  • blogcalondokter 3:49 PM on May 1, 2011 Permalink | Balas
    Tags: Nyeri Kepala   

    TENSION HEADACHE (NYERI KEPALA TEGANG OTOT) 


    Tension Headache bisa terjadi pada semua kelompok usia. Nyerinya terasa di seluruh kepala; digambarkan sebagai tekanan bilateral atau seperti diikat. Dapat menetap selama berjam-jam atau berhari-hari; biasanya timbul perlahan-lahan. Nyeri biasanya dapat ditangani dengan analgetik seperti asetaminofen, aspirin, atau NSAID.  Tension Headache ini sering dihubungkan dengan pengaruh stress; berespon terhadap pendekatan perilaku termasuk relaksasi. Amitriptilin mungkin berguna untuk profilaksis tension headache tipe kronis.

    Source : Intisari Ilmu Penyakit Dalam . Dr. Lyndon Saputra


    Klasifikasi Nyeri Kepala Tegang Otot :

    The International Headache Society (1988)

    1. NYERI TEGANG KEPALA EPISODIK

    2. NYERI KEPALA TEGANG OTOT KRONIS

    3. NYERI KEPALA TEGANG OTOT TAK TERKLASIFIKASIKAN

    (More …)

     
  • blogcalondokter 9:02 AM on April 8, 2011 Permalink | Balas  

    Istilah-Istilah dalam Anatomi 


    Anatomi berasal dari bahasa Yunani  ἀνατομία anatomia, dari ἀνατέμνειν anatemnein, yang berarti memotong.

    Anatomi dalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup.

    Anatomi adalah Ilmu yg mempelajari suatu bangun atau suatu bentuk dengan mengurai-uraikannya ke dalam bagian-bagiannya.

     

    Sikap Anatomi


    “mata memandang lurus ke depan, sejajar bidang Jerman (bidang yg melalui pinggir bawah lekuk mata dan pinggir atas liang pendengaran luar), mendatar, kedua lengan tergantung di samping badan dengan tapak tangan menghadap ke depan, badan tegak dan kedua kaki berdampingan dengan jari-jari kaki mengarah ke depan.”

    seperti ini :

     

     

    Istilah-Istilah dalam Anatomi

    Bidang

    Median : bidang yg membagi badan dlm 2 belahan, kiri dan kanan
    Sagital : bidang yg sejajar dgn bidang median
    Paramedian : bidang sagital yang dekat pada bidang median
    Frontal : bidang yg tegak lurus pd bidang median dan sejajar dg sumbu panjang badan
    Transversal   : bidang melintang yang tegak lurus pada sumbu panjang badan

     

    Arah

    Transversal : arah kiri-kanan
    Sagital : arah muka-belakang
    Longitudinal : arah sumbu panjang

     

    Letak

    Anterior : letak lebih dekat ke bagian depan badan
    Posterior : letak lebih dekat ke bagian belakang badan

    Superior : letak lebih dekat ke atas (kepala)

    Inferior : letak lebih dekat ke bawah (kaki)

    Medial : letak lebih dekat ke bidang median

    Lateral : letak lebih jauh dari bidang medial

    Kranial : letak lebih dekat ke kepala

    Kaudal : letak lebih dekat ke ekor


    Ventral : letak lebih dekat ke perut

    Dorsal :  letak lebih dekat ke punggung

    Rostral : lebih dekat ke pertengahan (regio oris & regio nasi); lebih dekat ke ujung depan

    Radial : lebih dekat ke os radius
    Ulnar : lebih dekat ke os ulna

    Tibial : lebih dekat ke os tibia

    Fibular : lebih dekat ke os fibula

    Distal : lebih jauh dari batang badan
    proksimal: lebih dekat dr batang badan

     

    source :

    Kamus saku Dorland

    Slide kuliah saya

    Wikipedia

     
  • blogcalondokter 10:44 AM on April 2, 2011 Permalink | Balas  

    Penyakit Pembengkakan Abdomen 


    1. Ascites


    Asites adalah penumpukan cairan dalam rongga perut. Cairan itu terjadi karena berbagai penyakit kronik yang mendasarinya. Penyakit kronik yang paling sering adalah penurunan fungsi liver yang kronik (sirosis hati). Penyakit lain yang dapat menimbulkan asites ini adalah penyakit yang menyebabkan kadar protein albumin turun dari dalam darah, gagal jantung, kuman tuberkulosa dalam rongga perut,kanker yang menyebar ke dalam rongga perut.

    (More …)

     
  • blogcalondokter 10:14 AM on March 5, 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Lafal Sumpah Dokter 


    Pasal 1 :

    Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah dokter.

    Penjelasan :

    lafal Sumpah Dokter

    Jika beragama islam maka mengatakan (demi Allah saya bersumpah)

    1. Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan manusia
    2. Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang terhormat dan bersusila, sesuai dengan martabat pekerjaan saya sebagai dokter
    3. Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur profesi kedokteran.
    4. Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena keprofesian saya
    5. Saya tidak akan mempergunakan pengetahuan dokter saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan perikemanusiaan, sekalipun diancam.
    6. Saya akan menghormati setiap kehidupan insani mulai dari saat pembuahan.
    7. Saya akan selalu mengutamakan kesehatan pasien, dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
    8. saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan keagamaan, kesukuan, gender, politik, kedudukan sosial, dan jenis penyakit dalam menunaikan kewajiban terhadap pasien.
    9. Saya akan memberi kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya.
    10. Saya akan perlakukan teman sejawat saya seperti saudara kandung.
    11. Saya akan menaati dan mengamalkan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
    12. Saya ikrarkan sumpah saya ini dengan sungguh-sungguh dan dengan mempertaruhkan kehormatan diri saya.

     

    Pada point ke 10, telah diperbaharui menjadi :

    Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagaimana saya ingin diperlakukan.

     

    Referensi :

    Diktat Bioetik FK UMI oleh dr. Nasrudin A Mappaware, Sp.OG.

     
  • blogcalondokter 7:40 PM on February 19, 2011 Permalink | Balas
    Tags:   

    Anak Guruku Adalah Pasienku 


    ANAK GURUKU ADALAH PASIENKU

    Namaku adalah Anggi. Aku seorang dokter ahli penyakit dalam di salah satu rumah sakit swasta dan memiliki tiga tempat praktek yang tidak jauh dari kediamanku.

    Jam tanganku menunjukkan pukul 16.30 tepat, saatnya bergegas menuju klinik penyakit dalam. Dari kejauhan sudah tampak banyak kendaraan  baik mobil maupun motor yang telah memenuhi area parkir klinik. Aku segera keluar dari mobil dengan tergesa-gesa agar pasien tidak lama menungguku. Ketika menuju ke dalam ruangan praktek, aku melihat sosok wanita paruh baya yang sangat familiar di ingatanku. Aku segera mendekat dan menyapanya dengan penuh rasa rindu. “Bu Fitri” sapaku dengan lembut. Wanita paruh baya tersebut sangat bangga menatapku  dengan penuh rasa rindu. “siapa yang sakit Bu?” tanyaku penasaran. “Anak saya nak, si Kiki, dia sudah lima hari menderita diare” jawab ibu Fitri dengan suara parau.

    Ibu Fitri adalah salah satu guru idolaku saat duduk di bangku SMA. Aku sangat menyayangi dan menghormati bliau, dia adalah guru yang paling sering memberikan motivasi untuk belajar sungguh-sungguh.

    Ketika hendak minta izin untuk masuk ke dalam ruangan, Ibu Fitri berkata, “Nak, boleh tidak anak saya yang ditangani duluan?” . Aku terdiam sejenak dan memandang kartu antrian yang bertuliskan nomor urut 99. “Sebelumnya saya minta maaf Bu, kami harus menjalankan prosedur yang telah ditetapkan, mohon Ibu menunggu sebentar sampai saatnya giliran Ibu” aku memberikan penjelasan kepada Ibu Fitri dengan sangat halus dan hati-hati.

    Mendengar hal tersebut, Ibu Fitri terdiam dan kembali duduk. Kulihat raut wajah guruku berubah menjadi merah kemudian tertunduk malu. Sebenarnya aku tidak tega berkata demikian kepada Ibu Fitri apalagi di depan pasien-pasien yang lain. Tapi ini merupakan prosedur yang harus aku lakukan demi untuk kepentingan bersama.

     

    created by : AFDILAH MUTIANGGRISNY

     

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.461 pengikut lainnya